Confettis of words

the bits and sketches in life


Leave a comment

38 A Drop of Thoughts: MEIS closing down

MBLAQ-MEIS

When I heard that MEIS would be closed down, I wasn’t really shocked since previously I had been informed about this. I had a love-hate relationship with that place though. The fact that it’s extremely far from my house always bothered me, so going there was a big deal to me. On the other hand, MEIS has given me some memorable concert moments, like SUPER SHOW 4, MBLAQ The BLAQ% Tour and the amazing BIGBANG Alive Tour. Waiting for the concert while sitting next to the beach, with sea breeze blowing your hair, was quite enjoyable too.

We used to have high hopes for MEIS, well at least I did. I used to wish that it would compete Singapore Indoor Stadium or Hong Kong Asia World Arena. Both could contain a lot of people, provide a comfortable waiting place and, most importantly, are accessible. But it seems that it took a lot of time for the venue to progress, and before it could be placed in the list of Asia’s great music venues, it’s closing down, which is unfortunate.

When it comes to size, I think MEIS is proper. I once watched in the centre tribune, in the upper part, and I still could see what’s going on the stage. I mean Jaejoong still looked like Jaejoong. Meanwhile, Tokyo Dome is huge, grand and atmospheric, but if you don’t get a seat at the floor area, you will only see your bias like a jumping bug, or even worse, a jumping ant. The upper floors are too far from the stage so you reallyhave to focus on the big screens. The intimacy to the performers is missing there.

I still have this hope that the place will still be used instead of being abandoned. For big concerts, we still need a venue as big as MEIS, which not only can hold thousand of people but also provides enough space to construct a massive and sophisticated stage. Remember that water spring effect and moving stage during Super Show 4? I’m not sure it can be built in other venues beside MEIS …

As a concert-goer, a beautiful, clean, and comfortable venue is one of my concerns. Can’t wait to have that kind of place in Jakarta!


Leave a comment

37 Why I go to concerts

concert-photo

Gue sering sekali dapat pertanyaan, “Kenapa sih suka banget nonton konser?”. Kadang yang lebih ekstrim adalah, “Kok lo segitu relanya ngeluarin uang begitu banyak untuk nonton konser di luar negeri?”. Jawaban termudah sih gue akan bilang, “Karena gue suka,” sambil ngomel dalam hati kenapa orang-orang ini repot banget ngurusin uang yang gue cari dengan jerih payah gue sendiri. Tapi kemudian kalo dipikir-pikir lagi, kenapa ya? Gue gak pernah ngitung dengan mendetil seberapa banyak uang yang udah gue keluarkan untuk nonton konser baik di dalam maupun di luar negeri, tapi jelas sudah cukup banyak. Was it worth it? Yes, it was. It was worth every penny I spent.

Mengejar grup/band kesayangan sampe keluar negeri itu pengalaman yang gak bisa diukur dengan uang sih menurut gue. Memang ada beberapa kali pengalaman gak enak, misalnya ketika gue udah menyiapkan segala macam, mulai dari tiket konser, tiket pesawat sampai akomodasi terus tiba-tiba konsernya batal. Dalam bisnis K-pop, sayangnya ini sesuatu yang lumrah. Dalam kasus gue, ini bukan sekali aja terjadi, tapi beberapa kali. Kesal? Jelas. Untungnya, konser-konser lain yang berhasil gue datangi bisa mengobati kekesalan itu.

Seperti udah berkali-kali gue bilang, buat gue konser itu ajang untuk si artis/grup menunjukkan bakat mereka dan mengeksplor ide-ide yang mungkin gak ada tempatnya di album. Dan terkadang si artis itu jauh lebih bagus penampilan live-nya daripada album mereka, misalnya All American Rejects. Menurut gue lagu-lagu di album mereka catchy, tapi produksinya standar. Tapi di atas panggung, Tyson Ritter dan kawan-kawannya itu GILA BANGET. Tyson is a true rock star! Maka dari itu, gue selalu pengen nonton konser band/artis/grup yang gue suka, karena gue pengen tau sampai sejauh mana kemampuan mereka sebagai musisi atau penampil.

Apa lagi ya yang bikin gue suka nonton konser? Konser bisa jadi ajang ketemu teman-teman baru yang suka musik yang sama. Sebagai contoh, konser Super Show 3 di Vietnam-lah yang mempertemukan gue dengan para noona kesayangan gue. Meskipun pengalaman konser-nya sendiri nggak banget, di sana gue ketemu teman-teman berharga (cieeeh). Dari kecintaan kami sama konser ini, ide untuk membuat blog konser yang satu itu timbul dan akhirnya terwujud. Dan banyak sekali ilmu dan cerita yang gue dapatkan selama hampir dua tahun mengelola blog itu 🙂

But in the end, nothing beats the feeling after you watched a great concert. Kalau yang ini susah diceritain karena harus dirasakan sendiri. Pengalaman dan sensasinya itu yang akan membekas sampai beberapa hari kemudian (dan kemudian ada istilah susah move on dari sebuah konser), bahkan sampai berminggu-minggu (seperti hati gue yang masih tertinggal di Live on Earth SG). You’ll feel the post-concert syndrome, you just end up wanting more. And I guess that’s why I’m willing to work hard and spend the money to travel miles to see a concert. It’s an addiction you just can’t help.