Confettis of words

the bits and sketches in life


Leave a comment

112 Menonton SWC V di Hong Kong

Sebelum akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Hong Kong untuk SHINee World Concert V, gue sempat maju mundur (gak pake cantik sayangnya). Ragu karena gue baru balik dari Jepang bulan Maret, duitnya cukup gak ya? Terus kalau gue izin ke orangtua pergi untuk nonton SHINee lagi dikasih gak ya? Alhamdulillah akhirnya dikasih izin sama orangtua, meskipun nyokap sempat khawatir karena gue pergi sendirian ke Hong Kong (kalau ke Jepang beliau gak terlalu khawatir, knowing how neat and safe the country is). Tapi kemudian gue berhasil yakinin beliau kalau insya Allah akan baik-baik saja karena gue udah pernah ke sana sendirian sebelumnya. Terus alhamdulillah berikutnya ternyata uangnya cukup, karena akhirnya dapet tiket pesawat yang murah, seperti yang gue bilang di tulisan sebelumnya. Jadi deh berangkat ke Hong Kong!

shinee-2

Mengenai tiket, gue tau udah bakal susah untuk dapat tiket di barisan depan karena gue belinya semingguan dari tanggal penjualan tiket dibuka. Karena sebelumnya di Jakarta gue udah nonton di kelas standing, untuk yang di Hong Kong duduk pun gue gak masalah. Gue juga tau venue Asia World Arena gak terlalu besar, jadi nonton di barisan belakang masih bisa melihat ke panggung dengan jelas. Gue akhirnya dapet tiket di Block 8 Row S dengan pandangan lurus ke panggung. Buat gue sih view-nya bagus dan gue bisa melihat keseluruhan panggung, beserta efek-efek cahayanya.

Sedikit tips untuk yang tertarik nonton di Hong Kong, Asia World Arena lokasinya di dekat airport dan jarak dari pusat kota ke airport bisa sampai 45 menit kalau naik bis (transportasi paling murah). Jadi jangan datang mepet-mepet, apalagi kalau kamu mau antri beli goods segala. Dari daerah Tsim Sha Tsui, gue naik bus A21 sampai halte terakhir, dilanjutkan dengan bus lain yang lewat Asia Expo-nya.

shinee-5

Salah satu alasan kenapa gue suka nonton konser di Hong Kong karena pengaturan crowd-nya yang rapi. Penonton di kelas standing diberikan queue number yang sudah tertera di tiket sejak pembelian, dan jam 4 mereka sudah harus berbaris rapi. Hall yang sedang tidak dipakai dijadikan waiting dock untuk penonton kelas standing. Karena gue duduk, gue lebih santai dan masih sempat untuk antri goods. Antrian goods-nya lumayan panjang! Gue masuk antrian jam setengah 4 dan gue akhirnya sampai di depan booth jam 5. Tapi ini masih jauh lebih mendingan dibandingkan pas antri goods di Yoyogi, saudara-saudari. Saat itu gue ngantri 3 jam di tengah-tengah cuaca dingin. jadi satu setengah jam aja gampang lah hahahaha (walau kaki pegel-pegel juga sih). Jalur pembelian goods-nya cukup efektif. Ketika mengantri kita dibelikan formulir, lengkap dengan berapa jumlah maksimal yang bisa dibeli untuk tiap jenis barang. Setelah mengisi, kita membayar di kasir (cash only) dan mengambil barangnya di booth berikutnya.

Agak susah untuk nyeritain konsernya secara kronologis, tapi gue inget banget pas lampu dimatiin, fanlight dinyalain dan member SHINee muncul, gue mulai norak dan pengen mewek. Apalagi pas liat Minho, ya Tuhan, rasa rindu yang begitu besar tersalurkan sudah. (apaan, baru juga ketemu dua bulan sebelumnya). Konser dimulai dengan dua lagu favorit gue, Hitchhiking dan Married to The Music. Aransemen Hitchhiking untuk SWC V ini ciamik sekali, dan menurut gue lagu ini emang cocok untuk jadi lagu pembuka. Lagu lain yang juga jadi favorit gue di SWC V itu Black Hole, koreografi tangannya lucu dan I love, love, love the groovy beat of the song. Saviour was also my favourite! Pas mereka lompat-lompat dan muter-muter handuk itu bikin pengen lompat-lompat juga sebenarnya. Apa daya gue duduk dan kanan kiri gue gak ada yang berdiri, jadi gue goyang-goyang kecil aja. Penampilan solonya Taemin Goodbye juga salah satu yang gue tunggu-tunggu. Taemin itu memang indah banget ya, apalagi rambutnya lagi icy blue waktu itu. He looks like a real fairy.

shinee-4

Tapi ya, ngomong-ngomong tentang LEE TAEMIN … MALAM ITU DIA NAKAL SEKALI. Waktu Ready or Not, pas member lain nari muter-muter (koreo khasnya lagu ini), dia malam sibuk tebar pesona ke arah penonton. Udah gitu di sesi yang sama, pas mereka baju putih, dia sempet buka jaketnya sambil senyam-senyum menggoda ke arah penonton. Kelakuannya malam itu lagi warbiyasak pokoknya. Tapi tentu saja bukan Taemin namanya kalau gak ribet. Setelah Goodbye, dia ganti baju dan harus balik lagi ke panggung untuk Ring Ding Dong. Dia buru-buru kan tuh untuk masuk ke formasi, dan dia hampir kepleset aja dong pas di bagian panggung yang menurun. Udah gitu dia sempet ribet sendiri sama ristleting jaketnya yang macet. Pas Everybody dia juga bermasalah sama ear-in-nya (kabelnya melintir kayaknya). Langsung dia copot dan lempar aja loh.  Sepanjang konser, gue cuma bisa gemes sendiri ngeliat kelakuan Taemin.

Di konser Hong Kong kali ini juga ada sesi mereka berkeliling dengan kereta (untuk lagu Amazing). Tiga kereta disediakan oleh penyelenggara. Jjong dan Onew di satu kereta, Taemin dan Key berdua, dan Minho sendirian. Yang duduk di baris A bener-bener dapet rezeki melimpah malam itu karena SHINee melintas deket banget di depan mereka! Minho dan Key beberapa kali bersalaman dengan penonton, dan lagi-lagi Taemin bertingkah dengan melakukan aegyo di depan Shawol. Berbeda dengan yang di Indonesia, di Hong Kong mereka berkeliling sambil membagi-bagikan bola bertanda tangan.

Untuk menyambut ulang tahun SHINee tanggal 25 Mei, Shawol Hong Kong juga menyiapkan beberapa proyek. Salah satunya ketika lagu Replay, penonton diberikan kipas dengan wajah member SHINee di dua sisi. Satu sisi wajah mereka era debut dan di sisi lainnya pas era 1of1. Sayangnya proyek ini gak begitu jalan karena sepertinya gak semua Shawol kebagian kipasnya. Proyek lain adalah balon dengan LED untuk lagu Aside. Sayang gue gak bisa foto tapi itu cantiiiiik banget. Member SHINee terlihat aware sama proyek ini, dan Minho juga setelah lagu selesai mengacungkan jempol sebagai bentuk terima kasih ke penonton. Untuk encore, kami pun menyanyikan lagu ulang tahun dalam bahasa Korea.

shinee-1

Kalau dari segi penampilan, SHINee memang gak pernah mengecewakan. Makanya nonton konser mereka tuh selalu nagih. Vocal-wise, I think we all agree that they have one of the best harmonizations in K-pop. Dari segi koreografi, mereka berlima juga gak pernah keliatan kesusahan untuk melakukan koreo yang sulit kayak Everybody atau yang membutuhkan properti kayak Dream Girl. Menurut gue, selalu ada detil yang menarik untuk ditonton dari setiap performance SHINee. Sayangnya untuk konser di Hong Kong, beberapa lagu gak dibawain, misalnya Lucky Star sama Punch Drunk Love. Jadi beruntung kita yang nonton di Jakarta bisa dapet setlist yang lengkap.

Ada yang nanya di Twitter, lebih seru mana, konser JAT atau SWC V? Kalau dari segi setlist, gue lebih suka SWC V ya. Banyak lagu yang gue suka dibawain. Dari segi outfit juga gue lebih suka SWC V, karena entah kenapa kalau grup K-pop konser di Jepang outfitnya suka gak sesuai ama selera gue. Untuk VCR gue juga lebih suka SWC V yang warna-warni dan dinamis. Tapi dari segi lain, mereka lebih interaktif sama penonton Jepang (tentu saja karena faktor bahasa). Pas JAT ada sesi tanya jawab dengan fanlight dan mereka banyak bercanda dengan penonton. Lalu juga untuk tata panggung, JAT lebih gila-gilaan (remember ABOAB?). Di JAT juga ada konfigurasi setiap lagu dan VCR dengan fanlight. Tiap rangkaian tur punya kekhasannya masing-masing, jadi susah juga kalau ditanya lebih seru yang mana.

3 SHINee concerts in six months. I could never be more grateful for the amazing experience and trips. Lalu apa sudah cukup mengejar SHINee-nya? Hahahaha kayaknya belum ya. I’m still craving for more of their live performances! Saatnya nabung untuk SWC VI, I guess? 🙂

shinee-3


Leave a comment

90 My Concert Story: venues in Ho Chi Minh, Hong Kong and Bangkok

Lanjut lagi ke cerita tentang venue yang pernah gue kunjungin, dan kali ini tiga venue di tiga negara. Gue akan mulai dari satu venue yang paling berkesan buat gue. Kesan buruk tepatnya hahaha. Kalau mengingat-ingat pengalaman gue di venue ini suka ketawa pedih sendiri. Tapi namanya pengalaman ya, ambil aja hikmahnya .

Stadion Go Dau – Ho Chi Minh

Tahun 2011 gue baru kenal K-pop dan semangat masih membara, Super Junior pun gue kejar sampai Vietnam. Konser di Ho Chi Minh adalah finale untuk Super Show 3, jadi kami pikir kami harus mengerahkan seluruh tenaga dan daya untuk bisa nonton ke sana. Sampai sana lumayan kaget karena venue-nya kayak stadion bola. Bukan kayak lagi, emang stadion bola! Sebenarnya gak apa-apa asalkan nyaman, tapi yang kami temui malah membuat kami cemberut sepulang dari konser.

go dau stadium

Dari pusat Ho Chi Minh ke Go Dau saja membutuhkan waktu sejam lebih. Untungnya pihak promotor menyediakan bus gratis ke venue, walau awalnya kami sempat bingung kami mau dibawa ke mana sebenarnya karena kami melewati kota kecil dan sungai. Di sekitar stadion tidak banyak tempat makan. Bahkan gue gak ingat apakah ada mini market atau gak di dekat stadion. Tidak ada tempat menunggu/duduk-duduk di sekitar konser. Tempat duduk di dalam stadion juga sebagian besar tidak beratap. Alhasil, kami kehujanan sampai basah kuyub malam itu. Jarak dari tempat duduk ke panggung juga jauuuuh sekali, seperti bisa dilihat di foto. Tapi ini tahun 2011 ya, jadi mungkin sekarang sudah banyak perkembangan.

Vietnam sebenarnya merupakan pangsa pasar K-pop yang potensial, tapi sepertinya belum ada promotor yang benar-benar mapan dan venue yang bagus untuk konser dengan skala besar.

Fasilitas lain: Ngg, I can’t remember any to be honest.
Cara ke sana: sewa kendaraan, taksi (pastinya mahal sekali sih) atau bus yang disediakan oleh promotor

Asia World Arena – Hong Kong

Ini adalah salah satu venue favorit gue karena fasilitasnya yang lengkap. Asia World Arena adalah hall terbesar dari Asia World Expo yang memang biasa digunakan untuk konser. Meskipun terletak cukup jauh dari pusat kota Hong Kong, venue ini mudah dicapai dengan bis dan kereta. Selesai konser bus-bus ke berbagai jurusan pun sudah langsung tersedia di depan venue. Di sini juga tidak usah takut kelaparan karena terdapat beberapa restoran dan cafe di dalam Expo.

asia world arena 1

Yang gue suka dari venue ini adalah ukurannya yang tidak terlalu besar sehingga jarak pandang ke panggung nyaman. Sewaktu menonton konser TVXQ tahun 2013, gue mendapat tiket di kelas festival, dan karena panggung tidak dibuat terlalu tinggi, gue bisa melihat ke panggung dengan mudah. Area menunggu di venue ini juga nyaman, biasanya di hall lain yang sedang tidak digunakan. Sedari awal antrian sudah dibagi berdasarkan area, dan ketika konser akan dimulai, satu persatu barisan digiring oleh sekuriti untuk dimasukkan ke area konser. Menonton konser di Hong Kong adalah salah satu pengalaman ternyaman gue menonton konser 🙂

asia world aren 2

Fasilitas lain: dekat dengan airport dan beberapa hotel berbintang, restoran, cafe
Cara ke sana: MTR dan bus

Impact Arena – Bangkok

Bangkok adalah salah satu favorit gue, tapi gue baru sekali loh menonton konser di sana. Tepatnya tahun 2015 lalu untuk konser TVXQ T1ST0RY. Salah satu venue terbesar di Bangkok adalah Impact Arena, yang sayangnya terletak cukup jauh dari pusat kota. Dan sayangnya lagi, jalur MRT belum mencapai daerah ini. Karena khawatir dengan transportasi pulang setelah konser, gue memutuskan untuk menginap di guest house yang berjarak 20 menit jalan kaki dari venue. Sembari menunggu konser mulai, penonton bisa makan dan duduk-duduk di sekitar venue karena terdapat banyak kios makanan dan restoran mulai dari yang murah sampai yang mahal.

Impact-Arena

cr: Bangkok Scoop

Venue-nya sendiri cukup nyaman untuk konser berskala menengah sampai besar. Waktu itu gue dapat tempat duduk di tribun lantai satu yang tepat menghadap panggung, dan panggung bisa dilihat dengan sangat jelas. Tapi, menurut cerita teman-teman yang menonton dari tribun yang lebih atas, pemandangan di atas panggung tetap terlihat jelas. Satu hal lagi, area floor di Impact Arena lumayan luas, jadi waktu itu TVXQ bisa dengan mudah mengelilingi venue dengan menggunakan kart. Area yang luas ini juga memungkinkan variasi bentuk panggung sehingga desain konser bisa jadi lebih maksimal.

Fasilitas lain: kios makanan, restoran, hotel Novotel yang berjarak lima menit dari venue
Cara ke sana: dari pusat kota bisa dengan taksi atau menyewa mobil

(Berikutnya tentang venue di Singapura ya!)


2 Comments

87 My Concert Story: venues in Tokyo and Yokohama

Menonton konser di Jepang membutuhkan persiapan yang matang dan dana ekstra, tapi buat gue semua itu terbayarkan dengan pengalaman. Gue beberapa kali menonton konser di Jepang dan selalu terkesan dengan betapa rapi dan terorganisirnya alur antrian penonton. Hal lain yang gue suka, Jepang punya bermacam-macam venue, mulai dari ukuran besar (Dome) sampai ke yang ukuran kecil seperti Zepp.

tokyodome

Tokyo Dome adalah satu-satunya Dome yang pernah gue kunjungi, saat itu untuk konser “Time Tour”-nya Tohoshinki tahun 2013. Buat gue atmosfer Tokyo Dome sendiri  memang luar biasa, pas banget untuk konser berskala masif. Yang bikin tambah merinding ketika itu adalah cahaya dari lightstick Bigeast yang membuat Tokyo Dome menjadi samudera berwarna merah. Meskipun begitu, Tokyo Dome bukan venue favorit gue karena ya itu, terlalu besar. Waktu itu gue dapet kursi di lantai dua dan cuma bisa ngeliat Yunho dan Changmin dari layar saja hahaha. Kalau dapet kursi di floor sih enak ya, tapi biasanya wilayah itu khusus buat anggota fanclub Tohoshinki. Memang kalau pengen menyaksikan konser dengan tata panggung yang canggih dan megah, Tokyo Dome tempatnya. Tapi kalau mau melihat penampilnya dengan jelas, sebaiknya ke venue yang lebih kecil, misalnya di arena.

Stasiun terdekat: Suidobashi dan Korakuen
Fasilitas lain: Tokyo Dome Hall untuk konser skala kecil, taman bermain, mal LaQua, mal Meets Port, Tokyo Dome Hotel

yoyogi-stadium

Kali kedua gue ke Jepang, gue berkesempatan nonton di venue berukuran arena, Yoyogi National Gymnasium, kali ini konser Genesis of 2PM tahun 2014. Venue ini juga asik karena letaknya yang strategis. Harajuku dan Shibuya bisa dicapai dengan jalan kaki, jadi sebelum menonton konser bisa jalan-jalan dulu. Gue mengkategorikan Yoyogi National Stadium sebagai venue berukuran sedang. Walau gue duduk di lantai dua, gue masih bisa tuh melihat panggung dengan jelas. Serunya lagi, di luar pagar stadion, banyak sekali penjaja makanan tradisional Jepang. Sambil menunggu konser mulai, kita bisa duduk-duduk di tangga batu sembari mencicipi takoyaki atau dango. Sejauh ini gue gak ada keluhan berarti sama Yoyogi National Gymnasium, buat gue venue ini nyaman banget baik dari segi ukuran maupun fasilitas.

Stasiun terdekat: Meiji Jingumae
Fasilitas lain: dekat dengan taman Meiji Jingumae, Harajuku dan Shibuya

kanagawa

Venue yang lebih kecil adalah hall, misalnya Kanagawa Kenmin Hall di Yokohama. Tahun lalu gue nonton tur Jepang WINNER di venue ini. Walau berada di luar Tokyo, tapi posisinya hanya berjarak jalan kaki lima menit dari stasiun. Area menunggu di venue ini cukup nyaman. Kita bisa menikmati secangkir kopi dari Doutor (tepat di sebelah venue) sambil menikmati angin laut Yokohama yang sejuk. Karena ukuran venue yang kecil, lantai tiga pun tidak terasa terlalu jauh dengan panggung. Mata minus gue masih bisa melihat dengan nyaman ke panggung. Nah, yang gak serunya dari venue ini adalah ukuran panggung juga kecil. Terasa sekali aksi panggung juga menjadi tidak begitu leluasa karena keterbatasan panggung. Lain kali pengen nonton tur Jepang WINNER lagi, dan semoga mereka berkesempatan mendapatkan venue dan panggung yang lebih besar.

Stasiun terdekat: Motomachi-Chugakai
Fasilitas lain: lima menit jalan kaki dari Chinatown Yokohama

800px-Zepp_Tokyo

Source: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Zepp_Tokyo.jpg#

Beralih ke venue yang lebih kecil lagi, yaitu Zepp Tokyo. Gue pernah sekali ke venue ini untuk nonton showcase MBLAQ. Jarak ke panggung deket banget, gue sampai bisa melihat keringat Seungho! (gak juga sih) Tapi untuk showcase/fanmeeting yang banyak melibatkan interaksi dari penonton, Zepp memang cocok. Walau kecil, gak usah takut untuk berdesak-desakan di Zepp karena area berdiri diberi sekat-sekat yang nyaman untuk disandari. Yang sedikit merepotkan adalah Zepp Tokyo berada di Odaiba, jadi cukup membutuhkan waktu untuk pergi dari pusat Tokyo ke venue tersebut. But if you want to attend a concert or showcase with intimacy, Zepp is the place.

Stasiun terdekat: Tokyo Teleport
Fasilitas lain: Ferris Wheel, DiverCity Tokyo Plaza

Lain kali kalau ke Jepang, gue pengen banget nyoba nonton di venue lain di luar Tokyo, misalnya di Kyocera Dome (Osaka) dan Yokohama Arena. Semoga bisa ya, tahun 2017 ke Jepang buat konser kembalinya Tohoshinki, amiiin 🙂

(Untuk post berikutnya gue akan membahas venue-venue lain yang gue pernah kunjungi di Singapura, Bangkok, Hong Kong dan Vietnam)


4 Comments

60 Bertemu Red Ocean lagi :)

Sudah seminggu berlalu sejak konser TVXQ di Bangkok, dan seperti biasa konser yang bagus selalu membuat gue pengen lagi dan lagi. Konser TVXQ gak pernah mengecewakan karena Yunho dan Changmin selalu memberikan yang terbaik di atas panggung. Apalagi malam itu mood Changmin keliatan banget lagi bagus jadi dia banyak cengar-cengir di atas panggung. Yunho sesekali keliatan emosional, tapi tentu saja dia selalu bersemangat! Lelucon Yunho yang garing dan ala om-om sukses bikin gue ketawa sekaligus geleng-geleng kepala. Terkadang gue sambil mikir sih, “Why is he my ultimate bias?” XD

Anyway, menonton konser di Bangkok ternyata menyenangkan! Tadinya gue sempet khawatir karena IMPACT Arena keliatannya jauh dari pusat kota Bangkok dan gak banyak yang gue bisa liat di sana. Gue juga merasa cemas karena sekitar Muang Thong Thani situ bukan daerah yang familiar buat gue. Tapi alhamdulillah semua lancar-lancar saja. Tempat kami menginap enak, setelah konser kami bisa berjalan kaki balik ke hostel. Sebelum konser pun kami sempat main ke pusat kota Bangkok, naik taksi dengan waktu tempuh kurang lebih 30-40 menit.

smtown stamp bangkok

Kembali ke konser, begitu sampai ke loka dan meihat banner besar TVXQ terpajang gue mulai deg-degan sekaligus excited. Setelah dua tahun akhirnya bisa nonton konser TVXQ lagi!!! Rasanya rindu sudah membuncah-buncah di dada hahaha. Suasana di IMPACT jam 3 ketika kami datang sudah padat banget. Gue pun langsung menukar tiket dan kemudian mencap paspor SMTOWN, sementara temen gue S membeli official goods.  Setelah urusan selesai, kami masih sempat duduk-duduk untuk mengisi tenaga sebelum mengantri untuk masuk ke dalam. Pemeriksaan sekuriti cukup ketat. Mereka tidak mengizinkan barang-barang yang tidak berkaitan dengan TVXQ dibawa ke dalam. Lucunya, mereka mengira stationary set yang dibeli S di official booth sebagai merchandise tidak resmi! Wah, kurang koordinasi nih.

Setelah S menunjukkan resi pembelian sebagai bukti kalau itu adalah goods resmi, kami pun masuk ke dalam. Kursi kami berada di area SJ dan ternyata kami tidak salah pilih karena posisinya enak banget! Leher kami tidak akan sakit karena posisi kami hampir lurus ke panggung. Dan kami duduk di baris kelima, jadi tidak terlalu jauh. Ketika memperhatikan area sekitar panggung, gue liat ada kereta di pinggir panggung. Wah! Bakalan kayak di Hong Kong nih, mereka bakal keliling dengan kereta! Gue makin tegang karena berarti Yunho dan Changmin hanya akan berjarak tiga-empat meter dari kami.

red ocean bangkok

Pas lampu dimatikan dan lightstick dinyalakan, gue benar-benar merinding. Red ocean-nya Cassiopeia/Bigeast memang luar biasa. Dan setelah sekian lama, I felt at home again.

Bagian konser dilewatkan ya. Bisa baca lengkapnya di sini 🙂

Apakah gue sempet nangis? Jujur, iya pas mereka nyanyi Tense  air mata gue mulai ngucur. Perasaan gue campur aduk sedih sih, gue nangis karena gue sadar untuk kesekian kalinya bahwa gue sayang banget sama TVXQ. Gue juga sadar bahwa baru beberapa tahun lagi gue punya kesempatan untuk menonton mereka berdua di atas panggung. I’m gonna miss them so much! Meskipun sedih, gue optimis dan merasa bahwa mereka berdua akan baik-baik saja. Ditunggu ya comeback-nya sebagai grup. You guys will slay the scene once more, I’m sure of that!


Leave a comment

57 T1ST0RY Bangkok, Here I Come!

Alhamdulillah, finally I got the ticket for TVXQ Special Live Tour in Bangkok: T1ST0RY! For days I had been anxious about this, afraid that I wouldn’t get the ticket that I wanted. Actually I’m fine to watch from any zone but the closer, the better, isn’t it? I got the tickets in SJ zone, while initially I was pursuing tickets from SL zone. But by the time I clicked it, all seats in SL zone were fully booked! Still wanting to find seat in front rows, I immediately clicked SJ zone and thank God they still have some seats left. So I grabbed two seats for me and my friend, yayyyy! From the beginning I didn’t hunt for A zone, the floor seats, because I want to see the stage as a whole. And I skip Standing Section as well since I don’t think I’ll have the energy to compete with the young girls now hahaha.

I know for sure this concert will be emotional for me. First reason, because it’s TVXQ, my ultimate K-pop group! Secondly, because it’s gonna be a perfect rendezvous since the Tokyo Dome concert in 2013. Been two years since I last saw them, wow. Time moves so quickly in a way we can’t comprehend, doesn’t it? The last one, and the most important, I think T1ST0RY Bangkok will be my last chance to see Yunho before his enlistment. Rumour has been circulated that he will enlist in June so I guess after the encore in Seoul. I just don’t want to skip this opportunity to see him onstage again. I’m sure my fellow fangirls will understand this kind of situation!

I’ve promised myself that I will focus more on my life after Yunho’s enlistment and spend my time & money more on something else instead of fangirling stuffs. I guess five years of epic, crazy fangirling life is more than enough for me. Thus, please God, let this upcoming concert be a moment I will never forget 🙂


Leave a comment

42 Missing the red ocean

cmwthongkong

As you can see in my Twitter, I’m having so many feels about TVXQ lately. I miss them. I miss being in the fiery red ocean so much. The last time I went to see them is in June 2013 for Time Tour in Tokyo Dome, and last year I didn’t go to see them at all because I allocated my money for other groups’ concerts. But it finally hits me hard that Yunho will enlist this year and I should go to their concert again before he’s going. I hope that T1ST0RY will come to Bangkok or Singapore so I can ‘say goodbye’ to Yunho. (I’m so overwhelmed by emotion everytime I think he’s enlisting this year)

Being in the red ocean is always an unforgettable experience for me. I managed to see TVXQ several times, and each moment is a precious event I’ll never forget. The first one is in Singapore for their Fan Party in 2011. This one is incredibly special because I won a competition and could ask a question to Yunho and Changmin directly at the fanparty. They said hi to me, waved at me, and Yunho even giggled when I mentioned I’m from Indonesia. And I think since that moment I became this head over heels over Jung Yunho 🙂

The second one is in SMTOWN Jakarta back then in 2012. Well, this was memorable not in a good way because I had to wait around two hours before TVXQ finally came out? Yet that night the two showed who the kings really are. They were so energetic and charismatic on stage, I couldn’t help but being proud. It’s also their first time performing in Indonesia so I’m glad Indonesian Cassiopeias finally could see them after waiting for a long time.

Then in 2013 I went to a country that I had never been all by myself just to catch Catch Me World Tour in Hong Kong. I don’t understand from where I got the courage to do this lol. I just thought I had to see the boys’ full concert at least once in a lifetime, I had to go. So I planned everything on my own, fought my worry and flew to Hong Kong. It’s totally worth it: the best K-pop concert I’ve ever attended. (Read the full story here)

tohotokyodome

I went to Tohoshinki’s Dome Tour in 2013, which I called my personal Summer Dream 🙂 I was aware that I shouldn’t expect to be close to the stage in Tokyo Dome (different from Hong Kong where I was soooo close to the stage). But I wanted the experience, I desired to see the massive red ocean. Overall, I enjoyed the concert in Hong Kong even more because I could dance and run freely at the standing section. However, the atmosphere in Tokyo Dome is one of a kind, a feeling that you must experience at least once in a lifetime. (Go to this link for the full story!)

I listen and love many groups but I always go back to TVXQ. In K-pop fandom, I suppose they’re my home and red ocean is where I always belong to. To quote my sister and modify it a bit, they’re not my whole life, but they make my life whole. So here’s wishing more and more decades for the rising gods of the east and its grand red ocean!


Leave a comment

38 A Drop of Thoughts: MEIS closing down

MBLAQ-MEIS

When I heard that MEIS would be closed down, I wasn’t really shocked since previously I had been informed about this. I had a love-hate relationship with that place though. The fact that it’s extremely far from my house always bothered me, so going there was a big deal to me. On the other hand, MEIS has given me some memorable concert moments, like SUPER SHOW 4, MBLAQ The BLAQ% Tour and the amazing BIGBANG Alive Tour. Waiting for the concert while sitting next to the beach, with sea breeze blowing your hair, was quite enjoyable too.

We used to have high hopes for MEIS, well at least I did. I used to wish that it would compete Singapore Indoor Stadium or Hong Kong Asia World Arena. Both could contain a lot of people, provide a comfortable waiting place and, most importantly, are accessible. But it seems that it took a lot of time for the venue to progress, and before it could be placed in the list of Asia’s great music venues, it’s closing down, which is unfortunate.

When it comes to size, I think MEIS is proper. I once watched in the centre tribune, in the upper part, and I still could see what’s going on the stage. I mean Jaejoong still looked like Jaejoong. Meanwhile, Tokyo Dome is huge, grand and atmospheric, but if you don’t get a seat at the floor area, you will only see your bias like a jumping bug, or even worse, a jumping ant. The upper floors are too far from the stage so you reallyhave to focus on the big screens. The intimacy to the performers is missing there.

I still have this hope that the place will still be used instead of being abandoned. For big concerts, we still need a venue as big as MEIS, which not only can hold thousand of people but also provides enough space to construct a massive and sophisticated stage. Remember that water spring effect and moving stage during Super Show 4? I’m not sure it can be built in other venues beside MEIS …

As a concert-goer, a beautiful, clean, and comfortable venue is one of my concerns. Can’t wait to have that kind of place in Jakarta!