Confettis of words

the bits and sketches in life


Leave a comment

114 Summer in Seoul

seoul7

Billboard Yunho di stasiun Seoul yang sukses bikin gue senyam-senyum pas ngelewatin

Gue udah suka K-pop sejak 2011, tapi berbeda dari fans K-pop lainnya, sebelum-sebelumnya gue gak pernah berencana untuk pergi ke Korea. Bahkan untuk masalah konser, gue malah lebih memilih untuk pergi nonton di Jepang dengan alasan biasanya konser grup Korea di Jepang punya kemasan dan susunan lagu yang berbeda. Tapi kemudian ketika diumumkan kalau Taemin akan mengadakan konser solo di Korea, gue langsung mikir, I really gotta go. Awalnya ragu-ragu juga sih, karena takut uangnya gak cukup, takut gak sempet urus visa dan ini itu, dan gak ada teman pula. Alhamdulillah dalam waktu lima minggu keurus semua dan walaupun sendirian, gue pun memutuskan nekat untuk berangkat. Another solo adventure!

seoul1

Sudut di bandara Incheon

Untuk akomodasi, beberapa teman menyarankan untuk menginap di daerah Hongdae karena letaknya yang strategis. Gue tadinya udah booking di BB Hongdae Line, tapi karena ada kesalahan si pengelola hostel, gue dipindahkan ke hostel Moon. Hostel Moon terletak 5 menit jalan kaki dari stasiun Hongik University (dilewati jalur kereta dari bandara). Menurut gue daerahnya enak banget karena dekat dengan minimarket, restoran dan taman. Bunk-bed-nya juga gede untuk ukuran hostel.

seoul3

Kalau pagi, taman ini isinya manula yang olahraga dan orangtua yang mengajak anak mereka jalan-jalan. Di malam hari, taman ini jadi tempat hang-out. Banyak yang gelar tikar, duduk-duduk, minum dan bahkan sesekali ada hiburan musik. Gue sendiri sebenarnya suka duduk-duduk di taman, tapi di bulan Agustus Seoul lagi panas banget. A kind of heat that makes you dizzy! Jadi gue mengurungkan niat untuk berlama-lama nongkrong di taman.

seoul4

Restoran di sekitar hostel  juga menarik interiornya. Gue sempat sarapan di Travel Maker, restoran yang menyediakan sarapan ala Amerika kayak waffle dan pancake. Rasa Waffle-nya standar, tapi gue suka tempatnya yang bergaya diner Amerika tahun 50-an.

seoul13

Jalan di sekitar City Hall

Selain untuk konser solo Taemin (yang akan dibahas di tulisan lain), gue juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke beberapa tempat di Seoul. Gue ke daerah City Hall dan mampir ke toko buku Kyobo. Gue juga mampir ke daerah-daerah perbelanjaan seperti Gangnam dan Myeongdong. Cobaan banget buat dompet sih tempat satu ini karena toko make-up dan skincare-nya melimpah.

seoul8

Brown di Line Store, Myeongdong

Lalu seperti biasa, setiap jalan-jalan, gue mampir ke museum atau pameran seni. Di hari pertama gue mengunjungi Seoul Museum of Art, tapi gak terlalu terkesan karena memang koleksinya gak terlalu banyak. Di hari terakhir, gue mampir ke National Museum of Korea. Arsitektur gedungnya sih oke banget, tapi lagi-lagi gue gak terlalu terkesan karena kurangnya fasilitas yang interaktif.

Sebagai SM stan sejati (tsaaaah) gue ke SUM store yang di COEX Artium dong! Ini juga tempat penuh godaan banget buat dompet dan kartu kredit karena goods-nya lucu-lucu. Untungnya gue sudah bertekad untuk gak belanja macem-macem. Walaupun pas keluar tetep aja tergoda untuk bawa pulang sesuatu, yaitu paper doll-nya Yunho … yang entah kapan dibuatnya. Anyway, menurut gue kalau yang suka grup-grup SM bakal seneng banget ke sini karena banyak yang bisa dilihat, kayak pameran outfit, foto bertanda-tangan dan bahkan duduk-duduk ketemu fans lainnya di cafe.

Perjalanan gue ke Seoul ini jadi trip solo gue yang keempat tahun ini. Seperti liburan sendirian sebelumnya, ada masa-masa gue bengong dan gak tau mau ngapain dan ke mana. Pada akhirnya gue ikut aja deh kaki gue mau ke jalan ke mana. Tapi serunya, gue jadi punya lebih banyak kesempatan untuk duduk, memperhatikan penduduk lokal dan mencoba memahami vibe kotanya. Kalau menurut gue pribadi secara fisik Seoul itu kayak campuran Tokyo dan Singapura?

seoul5

Empat hari tentu saja gak cukup untuk menjelajahi Seoul, so pretty sure I’ll be back, either for another concert or purely for a trip around the country. Meskipun singkat, tapi perjalanan kali ini maniiiis banget (if you know what I mean hehehe) ❤

seoul2

See you again soon!

Advertisements


Leave a comment

106 “30 Day Writing Challenge” Day 15

Bullet-point your whole day.

This topic was supposed to be written yesterday, so I’m just gonna bullet-point my Monday. Anyway, a reminder that my usual Monday is actually pretty boring.

07.00 woke up and had lemon water with honey
07.30 breakfast: papaya and toasts
08.30 took a shower
09.00 went to work by train
10.00 arrived then had my cup of coffee
10.30 checked students’ homework and prepared the teaching material
11.20 first session
12.45 lunch
13.20 second session
14.45 went home
16.00 afternoon convo and tea with mom
17.00 watched Britain’s Got Talent
18.30 dinner
19.30 check students’ theses
21.00 checked timeline and read some online articles
22.30 ready to go to slumberland

Next: something that I miss.


Leave a comment

97 “30 Day Writing Challenge” Day 6

5 Ways to Win My Heart

1. Good manner

For me a good manner is a must in socializing, either to people you know or people you don’t personally know like waiters or bus drivers. A good manner reflects your respect and appreciation to other people, something I highly appreciate.

2. Beautiful writings

Beautiful writings will always win my heart. For example, if someone did a mistake and wrote a well-crafted, organized apology letter to me, I’ll forgive that person immediately hahaha

3. Being responsible

Everyone makes mistakes, but what differenciates great people from the ordinary is the great ones will be brave enough to take the responsibility. Definitely the first priority quality I’m looking for from a guy.

4. Love for art

I love guys who are into art, either it’s music, painting, design or literature. I just think guys who love art are somehow more sensitive, and it’s nice to see some sensitivity (in a positive connotation) in guys 🙂

5. Openmindedness

Being open-minded here doesn’t necessarily mean you have to be liberal and go free over everything. For me it means you can accept that people might have different opinions and ways of living and you won’t bash them for that.

Tomorrow for day 7: 10 songs I’m loving right now. Woot this will be so much fun!


Leave a comment

85 Do you remember life before Twitter?

Several times I tried to remember how my life was without Twitter. I think before I knew Twitter I wrote a lot in my Livejournal blog, from simple everyday things to film/music review. I also dedicated most of my time to reading, up to 50 books a year. I even had the time to write a comprehensive review of every book I finished in Goodreads.

Now in an era where everything moves so fast, including information, Twitter has become a quick way to spread and gather information. I can get a quick update about my favourite group or the newest books from Twitter. I just had to check my timeline. I also can instantly type whatever crosses my mind and click the send button. Twitter does make some aspects in life easier. Not to mention that from Twitter I met many precious friends with whom I can talk about many things!

Sometimes I miss those moments though, when I can sit down and write a very long and detailed blog post, those moments when I didn’t have this fear of missing updates. In a way life was simpler before Twitter. But maybe there’s nothing wrong with Twitter. Maybe it’s us who let outselves get controlled by the overwhelming information.


Leave a comment

[TERJEMAHAN] WINNER di STAR 1 edisi November 2014 (Wawancara individual)

WINNER di STAR 1 edisi November 2014 (Wawancara individual)

winner-star1

PEMENANG SEJATI

Grup pria baru YG untuk pertama kalinya setelah 9 tahun sejak BIGBANG. Melalui Mnet, kelima anggota yang dipilih oleh publik, yang membutuhkan setahun lagi setelah programnya berakhir. Dalam sebuah kompetisi tanpa akhir di industri musik, untuk menjadi pemenang sejati, mereka memilih ‘keutuhan’ dibandingkan ‘waktu’. ‘Pemenang sejati’ yang mampu menang di tiap pertempuran.

Jinwoo

Kau terlihat seperti visual WINNER dengan wajah tampanmu. Bagaimana kau menilai mukamu sendiri?

Aku rasa orang-orang berpikir seperti itu karena aku mempunyai mata yang besar. Tiap orang punya persepsi yang berbeda tentang ketampanan jadi aku tidak terlalu menganggapnya sebagai pujian paling keren. Mungkin karena mata, hidung dan bibirku bentuknya bagus dan wajahku dekat dengan standar cowok tampan? Jika aku harus mengukur penampilanku sendiri, ini sedikit memalukan, tapi kupikir penampilanku rata-rata.

Lalu, kapan kau merasa paling tampan?

Tepat setelah mandi. Dan ketika aku berkaca, kadang-kadang aku berpikir, “Aku terlihat tampan hari ini.”

Siapa anggota terkeren menurutmu?

Taehyun. Tentu saja ia tampan, tapi aku iri dengan aura unik Taehyun. Bahkan sebagai pria, Taehyun mempunyai banyak sisi keren. Dimulai dengan potongan rambut yang belum tentu cocok untuk semua orang, dan bahkan gaya berpakaiannya yang luar biasa, ia cowok yang sangat keren.

Di Mnet , kau kelihatan seperti seseorang yang polos dan rapuh. Untuk bertahan di industri hiburan yang keras, kau harus menjadi lebih kuat.

Aku juga berpikir begitu. Untungnya, air-mataku telah berkurang. Bahkan ketika aku menonton film sedih, aku tidak menangis sebanyak dulu lagi jadi aku heran. Tapi, beberapa waktu lalu, Seunghoon mengalami kecelakaan jatuh dari panggung. Aku tidak menunjukkannya kepada anggota lain, tapi aku menangis ketika melihat Seunghoon dibawa keluar. Peristiwa itu sangat melukai hatiku. Untuk menjaga dongsaeng-ku, sebagai hyung tertua, aku harus memperkuat pikiranku.

Di Mnet , kami menyaksikan kau butuh lebih dari 3 jam untuk sampai ke tujuan yang biasanya hanya membutuhkan 10 menit. Apakah ini benar-benar kasus yang serius tentang kehilangan arah?

Sepanjang hidupku aku tidak pernah memikirkan itu tapi aku bingung kenapa aku bisa bertindak sebodoh itu saat itu. Biasanya, aku menemukan tempat dengan mudah. Ketika aku turun dari subway, ada tanda menuju Tokyo Tower tapi aku tidak melihatnya. Sejujurnya, bahkan jika aku melihatnya, aku tidak bisa membacanya.

Kapan kau ingin kembali ke kampung halamanmu setelah debut?

Ketika aku sakit atau ingin diurus. Akhir-akhir ini, karena aku begitu sibuk, aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal seperti itu tapi ada saat-saat ketika aku ingin diurus, aku berpikir tentang kampung halamanku.

Seunghoon:

Nada dan suaramu yang tenang adalah pesonamu. Berbeda dari pria Busan biasa yang kami kenal.

Alam bawah sadarku selalu memikirkan itu, tapi aku bersyukur kau mengungkapkannya. Aku selalu ingin suara yang rendah dan tebal seperti Mino. Sampai saat ini, aku berpikir suaraku tidak begitu seperti suara cowok. Melalui WINNER, aku pikir suaraku telah menjadi sebuah pesona lain jadi aku senang.

Arahan panggung yang kau tunjukkan di SBS mempunyai efek yang kuat. Apakah kau melakukan pengarahan panggung yang beragam juga untuk WINNER?

Akhir-akhir ini aku bekerja keras juga. Awalnya, ini adalah hal yang aku lakukan karena aku menyukainya tapi karena lama-lama ini menjadi sesuatu yang aku harus lakukan, ada saat-saat aku merasa tertekan. Namun, karena aku menyukainya dan aku percaya diri dengan hal ini, perusahaan mempercayaiku dan membiarku melakukannya. Untuk membayar kepercayaan mereka, aku bekerja keras.

Apakah kau rukun dengan peserta lain dari SBS ? Dengan siapa persahabatanmu paling kuat?

Aku tidak bisa memilih satu orang, tapi aku tetap berkomunikasi dan rukun dengan teman-teman yang berbagi asrama denganku. Kami mendukung satu sama lain dan kami mengecek kabar masing-masing juga. Mereka semua bekerja keras dan sangat sibuk sehingga kami jarang bertemu tapi aku ingin kami semua bertemu secara normal setelah semua mencapai mimpinya.

Penggemar menjulukimu Seri (Lee Dominan). Apakah kau memang yang paling dominan di tim?

Aku tahu ini. Aku tidak pernah mempunyai julukan sebelumnya jadi aku senang karena aku akhirnya punya. Karena aku bertanggung jawab akan penampilan kami, aku bisa dilihat dominan padahal tidak. Pertunjukan terkadang membutuhkan seseorang untuk memimpin. Jadi aku pikir orang-orang melihatku dominan. Itu bukan masalah buatku.

Mino:

Ketika kau bertemu dengan analis fitur wajah di Mnet , ia mengatakan kau akan mempunyai banyak masalah dengan wanita tapi bagaimana dengan di dunia nyata?

Rumit. Dengan penggemar kami (tertawa). Aku bercanda. Bukannya aku tidak populer di sekolah, tapi akhir-akhir ini, aku tidak mempunyai waktu atau kebebasan untuk menguji apakah ramalanku akurat.

Kau memperoleh pengakuan tinggi ketika kau di ranah underground. Bisakah kau berbagi tentang pengalamanmu di underground?

Dulu aku tidak begitu diakui, tapi aku banyak kolaborasi dengan artis lain dan aku manggung secara rutin. Karena aku menggabungkan masa berlatihku dengan masa underground, itu sangat melelahkan tapi aku sangat senang. Hidup sambil melakukan hal yang kau senangi adalah sesuatu yang membuatmu bahagia bahkan hanya dengan memikirkannya. Sejujurnya untukku, impianku adalah menjadi rapper bukan seorang idola. Selama menjalani masa berlatih, aku menjadi rapper idola dengan warnaku sendiri. Juga ada masa-masa ketika aku membuat referensi dalam lirik, tapi aku suka hidup sambil menarik perhatian. Masa lalu atau bukan, hal-hal itu membuatku senang.

Kau dulunya pemimpin WINNER. Adakah saat-saat ketika kau menginginkan posisi itu kembali?

Seungyoon melakukan perannya dengan baik jadi tidak ada saat-saat aku ingin itu lagi. Ketika aku masih sebagai pemimpin, aku merasa diriku kurang dalam hal-hal tertentu tapi Seungyoon mengurus hal-hal tersebut dengan baik. Jadi, aku merasa posisi pemimpin lebih cocok untuk Seungyoon. Aku memberi masukan dan komentar ketika aku ingin dan komunikasinya baik sehingga aku tidak rakus akan posisi pemimpin.

Kau adalah abang dari adik perempuan yang cantik yang berada di sebuah grup perempuan, adakah anggota yang ingin kau kenalkan ke adikmu?

Tidak, tentu saja tidak.

Pilih aspek baik dari teman-temanmu dan buatlah seseorang yang baru dengan aspek-aspek tersebut.

Hmm, selera humor Seunghoon, kehangatan Seungyoon tapi penampilan yang lebih kuat? Ah, tapi maaf tapi aku pikir aku tidak bisa melakukannya. Jangan adik perempuanku. (tertawa)

Seungyoon:

Nasi goreng yang kau sebut di Naver Starcast menjadi topik yang paling dicari.

Itu adalah menu yang seorang kenalan merekomendasikan kepadaku dan sangat enak jadi akhir-akhir ini aku sering memakannya. Ada saatnya aku pergi makan nasi goreng selama tiga hari berturut-turut. Ini adalah menu yang sangat aku rekomendasikan. Namun, aku tidak menyangka itu akan muncul di situs pencari. Lain kali, aku akan membawa semua anggota denganku dan akan mengunggah foto bukti.

Di radio, kau mengatakan kau ingin berakting lagi. Genre dan peran apa yang ingin kau tantang?

Tidak ada peran tertentu yang aku ingin lakukan. Saat ini, aku harus menaruh perhatian penuh pada aktivitas bernyanyiku tapi jika aku mendapatkan kesempatan, aku akan bersiap keras dan menunjukkan penampilan sempurna apa pun perannya. Ada pepatah yang aku sangat suka. “Perubahan adalah kunci menuju kesuksesan”, dengan pola pikir itu, aku ingin mencoba berbagai peran.

Dari semua lagu yang kau ciptakan, mana yang paling mempunyai keterikatan dengan dirimu?

Aku mempunyai keterikatan dengan semua lagu yang kuciptakan. Ada pepatah yang mengatakan tidak ada satu jari yang terluka setelah kesepuluhnya digigit. Bagiku, semua lagu seperti anak-anakku. Aku merasakan keterikatan dengan semua lagu yang dirilis, dan juga dengan semua yang belum dirilis. Harus memilih satu lagu adalah tugas yang kejam untukku.

Bagaimana kau menjaga hubungan dengan peserta dari Mnet ? Adakah seseorang yang sangat kau dukung?

Beberapa waktu lalu, [Park] Boram menyelesaikan penampilan terakhirnya dan mengirim pesan dukungan. Aku berterima kasih. Kami ngobrol banyak di ruang chatting Superstar K. Mereka adalah orang-orang yang selalu mendukungku dan tidak pernah melupakanku walau mereka sibuk dan tidak bisa sering mengontakku. Aku selalu menyesal dan berterima kasih.

Apakah kau punya rencana untuk melakukan aktivitas solo lagi?

Jika aku mendapatkan kesempatan, aku mungkin akan mengejarnya, tapi saat ini, aku hanya memikirkan WINNER. Ini saatnya untuk berkonsentrasi dengan WINNER. Tapi seiring dengan berlalunya waktu dan jika kesempatan muncul, aku ingin bekerja lebih keras dari sebelumnya.

Sepertinya kau banyak memperbaiki dialekmu. Pasti susah melakukannya.

Aku tidak melakukan sesuatu untuk memperbaikinya. Orang-orang yang aku temui menggunakan bahasa standar dengan alami, jadi aku mulai menggunakannya juga. Ketika aku bersama Seunghoon-hyung, dialeknya keluar tanpa kusadari. Dan ketika semua anggota bersama, aku tidak menggunakannya. Itu dipengaruhi dengan siapa aku saat itu. Aku pikir metode terbaik adalah jangan merasa tertekan akan hal itu dan menggunakannya dengan alami.

Taehyun:

Di dunia maya banyak yang tertarik dengan gaya berpakaian dan potongan rambutmu. Apakah kau mempunyai ‘tip berpakaian’ pribadi?

Aku sangat tertarik dengan mode. Aku khususnya ingin mencoba berbagai hal yang berbeda. Ketika aku di rumah, aku menonton banyak koleksi dan peragaan busana luar negeri dari merek-merek terkenal. Aku banyak berolahraga ketika muda jadi aku mempunyai kaki yang besar. Jika aku harus memberikan saran untuk orang-orang sepertiku, aku akan mengatakan kepada mereka untuk memakai sepatu bot di atas pergelangan kaki. Sepatu seperti itu akan menyamarkan. Cobalah juga celana sebelum membelinya. Ada ukuran personal. Jangan membelinya tergantung dari ukuran perut dan perhatikan panjang dan lebar sebelum membeli. Itu adalah tips berbusanaku.

Apakah kau menghadapi kesulitan sebagai maknae WINNER? Hyung mana yang paling menaruh perhatian kepadamu? Sebaliknya, apakah ada hyung yang seperti dongsaeng?

Aku tidak menghadapi kesulitan. Tim kami tidak mempunyai hirarki atau suasana hati yang membuat susah untuk berinteraksi dengan para hyung. Daripada mengatakan ada hyung yang paling menaruh perhatian, kami semua dekat. Aku sebenarnya lebih nyaman kalau mereka tidak mengurusiku karena aku maknae. Kami berlima memperlakukan satu sama lain sebagai teman. Jika aku harus memilih hyung yang bertingkah seperti dongsaeng, aku akan memilih Jinwoo-hyung. Dari kesan pertama yang aku dapat, dia adalah maknae-nya. Ketika kau melihatnya, ia terlihat muda. Dia mempunyai aspek-aspek seperti hyung tapi dia polos jadi ia sering seperti maknaenya.

Kau punya rambut belah tengah, alis mata yang turun, kepribadian jantan, dan berbagai pesona lain. Menurutmu apa pesona terbaikmu?

Menjawab dengan mulutku sendiri memalukan. Aku tidak berpikir wajahku menarik pada pandangan pertama tapi kupikir wajahku menawan. Jika kau tidak melihatku dari awal, kau tidak melihatku. Haruskah aku mengatakan kau tidak akan melupakanku jika kau melihatku? Daripada mengatakan ada satu poin tertentu yang menawan, tidakkah kau akan mengatakan ada banyak aspek diriku yang ketika dikumpulkan membuat pesonaku utuh?

Sampai kapan kami akan melihat ciri khas rambut belah tengahmu? Adakah tata rambut berbeda yang ingin kau coba?

Aku tidak berencana untuk mempertahankan tata rambut yang sama. Aku ingin menunjukkan penampilan yang bermacam-macam. Ketika usiaku bertambah, aku ingin mencoba potongan rambut pendek. Potongan yang memberikan aura cowok. Alasan aku memanjangkan rambutku adalah untuk meningkatkan kesabaranku. Tapi aku menyadari rambut belah tengah sangat cocok untukku dan aku juga menjadi sabar. Jadi sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.

Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia oleh Ayu P.

Sumber artikel bahasa Inggris oleh @timtheOSEN dan @chrissy96_ di sini.


Leave a comment

[TERJEMAHAN] WINNER di Majalah ‘Arena Homme’, edisi Desember 2014

[TERJEMAHAN] WINNER di Majalah ‘Arena Homme’, edisi Desember 2014

winner-arena

SEUNGYOON

Kau ambil bagian dalam program audisi berskala nasional, bergabung dengan agensi, kemudian mengikuti audisi umum lagi.

Acara survival bisa terlihat sangat kejam dan brutal. Sejujurnya …. bukankah hidup kita semua adalah upaya untuk bertahan? Setiap individu berkompetisi dalam sebuah survival dan aku sederhananya berkompetisi dalam beberapa survival dalam skala yang secara umum lebih besar. Awalnya aku hanya berpikir untuk menang jadi orang-orang bisa tahu tentang aku. Tapi setelah mengalaminya sekali dan ketika aku memulai kompetisi yang berbeda, aku belajar beberapa hal. Aku pikir Superstar K, masa-masa latihanku, dan WIN: WHO IS NEXT semuanya adalah upaya untuk bertahan dalam hidupku yang tak terhindarkan.

Bagaimana perasaanmu ketika kompetisinya selesai?

Ketika aku mengingat kembali, aku melihat bahwa aku telah menjadi matang secara mendasar. Semua pikiran dan pengetahuan yang aku punya sekarang akan menguntungkanku di masa depan.

Apa kau setuju bahwa menjadi keras kepala karena kau hanya tahu satu hal berbeda dari menjadi keras kepala setelah mengalami banyak hal?

Ya. Saat ini aku berada dalam proses memperluas perspektif-ku ketika aku menyaksikan dan belajar banyak hal.

Debut bukanlah akhir. Kau berada di tengah-tengah acara survival  lain dengan nama WINNER.

Kami berkompetisi di sebuah dunia bernama ‘Profesional’. Perbedaan dari sebelumnya adalah tidak ada yang pasti setelah menang atau kalah. Bukannya berpikir untuk mengalahkan seseorang atau berada di urutan pertama, kami memantapkan hati kami untuk mempunyai tujuan membuat musik bagus untuk penggemar kami, yang menenangkan pikiran kami.

JINWOO

Warisan luar biasa besarnya yang dipegang YG Entertainment bisa menjadi beban dalam beberapa hal.

Bagi Taehyun dan aku, kami lama menjadi trainees dan kami mampu mengumpulkan pengalaman di atas panggung ketika sunbae kami menggelar konser. Melalui hal itu kami bisa mengetahui perasaan di panggung dan menyingkirkan sedikit kekhawatiran kami.

Ketika kau menjadi trainee yang baru berlatih dan tidak mempunyai jaminan untuk debut, tiap kali kamu berdiri di panggung sunbae-mu, kau pasti semakin tidak sabar.

Itu betul. Namun, saat itu aku belum siap. Selain waktu yang kami gunakan untuk mempersiapkan album kami lebih lama dari yang diharapkan, kami rekaman tiap hari dan bekerja keras untuk mencari pakaian terbaik untuk kami. Baru ketika tanggal debut mendekat aku berpikir, “Aku sedikit siap.”

Masa berlatihmu lama dan kau bahkan harus mengikuti audisi survival  jadi kau pasti sangat tersentuh ketika kau debut.

Sebenarnya aku tenang akan hal tersebut. Mungkin aku harus mengatakan aku tidak mempercayainya karena hal itu terlihat tidak nyata. Ketika aku melihat nama ‘WINNER’ di puncak tangga lagu, aku berpikir, “Apakah ‘WINNER’ ini benar-benar kami?”. Aku pikir ini karena aku merasakan emosi hebat di hari ketika kami memenangkan pertandingan final WIN dan dijamin debut.

MINO

Aku mendengarkan lagu solomu, “I’m Him”, yang ada di dalam album WINNER dengan baik.

Ah, aku senang mendengar kata-kata itu.

Sepertinya pengalamanmu dari kegiatan underground selalu mengikutimu.

Aku pikir pengalaman itu sendiri sangat menguntungkanku. Metode kegiatannya, atmosfernya, orang-orang yang aku temui jauh berbeda. Caraku mengekspresikan diriku juga berbeda.

Bukankah kancah underground, indie dan musik arus utama yang sedang trend berada di dua kutub yang berbeda?

Aku tidak bermimpi untuk menjadi idola lalu diberikan posisi sebagai rapper. Aku seorang rapper dan aku menjadi seorang penyanyi atau idola. Aku suka dan menikmati hip-hop tapi sejak aku masuk ke sebuah agensi, aku rasa aku harus memperluas perspektif-ku dalam musik. Aku bahkan menerima kesempatan untuk memasukkan lagu solo ke dalam album. Tapi proses menambahkan lapisan arus utama di atas gaya liarku tidak mudah. Aku bahkan terpuruk. CEO dan Teddy memberikanku banyak masukan.

Dalam wawancara lain, kau terus menerus mengatakan, “sebagai rapper idola”. Apa kau selalu merasa terusik dengan jati dirimu?

Aku tidak mau menyangkal itu sepenuhnya. Karena aku adalah rapper dari sebuah grup idola. Bahwa aku seorang “rapper idola” adalah pemberian. Grup idola atau bukan, kami hanyalah orang-orang yang sangat mencintai musik jadi kami ingin membuat musik dan membiarkan masyarakat mendengarkannya. Kami akan tunjukkan kemampuan kami sehingga orang-orang mengakuinya. Pada akhirnya, yang kami inginkan adalah menjadi “seniman”. Semuanya tergantung dari apa yang kami lakukan mulai saat ini. Seiring dengan pengakuan orang-orang, panggilan mereka terhadap kami akan berubah secara alami.

Apakah kau percaya diri kau tidak kurang dalam kemampuan?

Tentu saja. Aku menghadapi semua itu sendirian.

Kau ingin menjadi grup seperti apa?

Setiap anggota WINNER membuat musik yang ia suka seiring dengan kami berbagi musik dan saling memberi masukan. Itu sebabnya kami mempunyai berbagai genre dan gaya yang berbeda. Tidak ada jawaban yang benar dalam musik kan? Aku ingin kami menjadi “Satu-satunya”. Tidak tersaingi dalam genre, bentuk dan gaya.

TAEHYUN

Apa yang kau rasakan tentang melakukan promosi sebelum debut?

Aku bukan tipe yang memperhitungkan segalanya sebelum naik ke atas panggung. Aku merasa beberapa hal tidak akan berhasil jika direncanakan dengan rinci. Siapa aku di atas panggung berbeda dari sudut pandang tiap orang. Bahkan ada orang-orang yang menggemari hal tentangku yang tidak aku terlalu sukai. Karena jaraknya begitu lebar, aku berusaha untuk merelakan beberapa hal.

Merelakan beberapa hal tidak mudah.

Aku rasa aku mulai berpikir seperti itu sejak membaca buku berjudul “Non-possesion”. Walau pun aku juga tipe yang menyalahkan diri sendiri ketika hasilnya ternyata tidak bagus. Tapi karena kami mempunyai acara lain yang harus dijalani, aku menyalahkan diriku dengan kasar dan berat.(tertawa)

Bagaimana perasaanmu ketika kau pertama kali memutuskan untuk berkarir di musik?

Bukannya ingin berkecimpung di musik aku hanya ingin menjadi seseorang yang melakukan sesuatu. Bukannya main-main tidak jelas aku ingin menjadi seseorang yang melakukan sesuatu.

Berapa usiamu saat itu?

Ketika aku di sekolah menengah. Aku cenderung terburu-buru. Itu sebabnya aku berhenti bermain-main dan lanjut ke bab baru dalam hidupku dengan cepat. Bab ketika aku membayangkan bagaimana aku menjalani hidupku di masa depan.

Mungkin itu sebabnya kau beranjak dewasa begitu cepat.

Mungkin saja. Usia ditentukan oleh angka tapi tidak ada yang menentukan usia pemikiran.

Seberapa berat nama WINNER?

Aku pikir aku bekerja cukup keras untuk melebur dengan nama itu. Hanya bergabung ke sebuah tempat bernama YG saja sudah susah tapi setelah banyak kesulitan, aku sekarang di sini, jadi proses itu saja tidak membuat nama ini sia-sia. Aku sangat terbebani ketika WIN karena aku tidak tahu apa yang harus dilakukan jika kami kalah, tapi aku sekarang merasakan sebuah tanggung jawab untuk tidak mengacaukan grup kami yang debut setelah masa susah. Ini adalah bentuk kecemasan yang sedikit berbeda.

SEUNGHOON

Apakah kau pernah mempunyai obsesi untuk menang di K-Pop Star?

Tidak, aku hanya berpikir tentang bekerja keras bukannya menang. (tertawa)

Kenapa kau tertawa? (tertawa)

Ah … aku merasa aku memberikan jawaban yang membosankan dan lemah.

Tolong singkirkan pikiran bahwa kau harus menjadi lucu. (tertawa)

Bukan seperti itu. Aku hanya ingin merasa senang ketika bekerja. Aku pikir apa pun yang kau lakukan harus menyenangkan.

Orang-orang sepertimu biasanya mempunyai sisi yang berbeda ketika mereka sendirian.

Kau benar. Aku yang paling tertutup di rumah. Jadi ketika aku bertemu keluargaku … aku merasa malu.

Bagaimana anak sepertimu memberitahu orangtuamu kau ingin mengikuti K-Pop Star?

Aku ikut tanpa memberitahu ibuku. Aku percaya harapan besar membawa kekecewaan besar jadi baru ketika aku melewati beberapa tahap dalam program itu aku memberitahu beliau. Karena akan memalukan jika aku tereliminasi setelah heboh tentang itu. Karena aku takut orang-orang berkata, “Sudah kuduga.”

Sudah lama sejak kau mempunyai impian itu.

Ya. Oleh karena itu aku pergi ke Seoul ketika aku beranjak 20. Aku terusik oleh mimpiku dan kenyataan tapi aku tidak berbicara dengan rinci dengan keluargaku. Aku ingin berbicara dengan hasil di tangan. K-Pop Star adalah Garis Maginot untukku tapi aku bisa melalui semua itu.

Kau pasti memperkirakan beberapa reaksi baik sampai suatu tahap ketika kau sedang mempersiapkan album.

Sebenarnya aku takut kami akan diberitahu bahwa albumnya ‘di atas rata-rata’. Karena itu akan berarti kami mencapai apa yang orang-orang harapkan dari sebuah agensi bernama YG. Aku pikir orang-orang akan mengenali kami hanya jika kami menunjukkan apa yang WINNER bisa lakukan dengan kekuatan kami sendiri. Dalam aspek ini, kami menerima pujian yang tak terduga jadi aku lega. Meskipun begitu, selama masa promosi kami setelah debut, aku menjadi sadar akan suatu hal. Untuk membuat WINNER lebih dikenal di dunia, kami harus berlari lebih kuat.

Diterjemahkan dari Inggris ke Indonesia oleh Ayu P.

Sumber terjemahan Inggris oleh @chrissy96_ di sini.